Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia

DISKUSI ROUND TABLE APPSI

Email Cetak PDF

 MG 4170Surabaya, Jawa Timur 2014 : Pada hari Rabu tanggal 12 maret 2014 Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) mengadakan acara Diskusi Round Table di Surabaya Provinsi Jawa Timur dengan mengundang seluruh Gubernur Indonesia yang menindak lanjuti hasil diskusi sebelumnya di Bandung, jawa Barat dengan topik "Mengoptimalkan Potensi di Bidang Perikanan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif" dan pada acara diskusi round table di Surabaya kali ini APPSI menambahkan topik menjadi "Pembangunan Infrastruktur dan Pelayanan Transportasi Pembangunan Sarana Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Serta Optimilasasi Bidang Perikanan" .

Sekretariat APPSI mengundang seluruh Gubernur Indonesia namun hanya sebagian Gubernur yang bisa hadir diantaranya Gubernur Sulawesi Selatan yang merupakan Ketua Umum APPSI, Gubernur Jawa Timur sebagai tuan rumah penyelenggara, Gubernur Kalimantan Timur, Gubernur Kalimantan Utara, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Gubernur Sulawesi Barat, Gubernur Bali, Gubernur DI Yogyakarta, Gubernur Jawa Barat, untuk Provinsi lainnya di wakili oleh Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah dan Asisten I Pemerintahan. 

Profesor DR Ryass Rasyid sebagai Ketua Dewan Pakar APPSI turut hadir beserta Anggota Dewan Pakar lainnya dan untuk Narasumber kali ini APPSI mengundang Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Keuangan, Menteri Kelautan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ketua Badan Anggaran DPR-RI, Ketua Komisi V DPR-RI dan Ketua Komite Ekonomi Nasional.

Hasil dari pertemuan ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut :

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
HASIL DISKUSI ROUND TABLE IV APPSI
Tentang
“Penguatan dan Penegasan Kembali Hasil
Diskusi Round Table APPSI Terdahulu”
Surabaya, 12 Maret 2014
1. Menekankan kembali perlunya realisasi dana on top1 trilyun rupiah per Provinsi untuk swasembada pangan (padi,
    jagung, kedelai). Untuk Provinsi yang potensi daerahnya non-pertanian, dana tersebut digunakan untuk
    pengembangan sektor super-priority. Dana tersebut diharapkan dapat dialokasikan dalam APBNP 2014 atau
    APBN 2015. Sumber dananya diambil dari pengalihan subsidi BBM.
2. Para Gubernur menegaskan kembali kesepakatan pada Diskusi Round Table III APPSI di Bandung untuk :
    a. Membentuk Desk Infrastruktur di setiap Provinsi yang bertugas menerima dan membahas proposal
        pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas yang diusulkan oleh Provinsi.
    b. Membentuk Desk Infrastruktur Nasional untuk menerima proposal dari berbagai Provinsi yang siap ditawarkan
        kepada calon investor.
    c. Secara khusus Desk Infrastruktur perlu memberi perhatian pada pembangunan infrastruktur pedesaan untuk
        mendapatkan dana tambahan APBN di luar DAK (misalnya disisihkan dari Dana Optimalisasi).
3. Sektor pariwisata perlu didorong untuk ditetapkan sebagai prioritas pembangunan dalam rangka peningkatan
     pendapatan negara. Karena itu, disarankan agar Bappenas mengambil langkah-langkah konkrit untuk memasukan
     sektor pariwisata sebagai salah satu industri unggulan, mengingat potensinya sangat besar dan tersebar di seluruh
     Indonesia.
4. Untuk meningkatkan daya saing UMKM di Daerah diperlukan dana pembinaan yang cukup, oleh karena itu perlu
    adanya tambahan alokasi dana dengan mengalihkan anggaran Kementrian terkait ke Daerah.
5. Penandatanganan MOU antara para Gubernur dengan Kepala BPKP, Kapolri, Jaksa Agung dan Menteri Dalam
    Negeri dalam rangka peningkatan peran APIP dalam rangka pencegahan dan penanggulangan tindak pidana
    korupsi, dilanjutkan atas fasilitasi APPSI.
6. Substansi Surat Edaran Menteri Dalam Negeri yang merujuk pada implementasi PP Nomor 19 Tahun 2010 dan PP
    Nomor 23 Tahun 2011 mengenai penguatan peran Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat disarankan masuk
    menjadi materi muatan revisi UU tentang Pemerintahan Daerah.
7. APPSI mendorong percepatan dan finalisasi pembahasan Rancangan Undang-Undang Percepatan Pembangunan 
    Daerah Kepulauan, dalam masa kerja DPR-RI Periode 2009-2014.
Pemutakhiran Terakhir ( Rabu, 19 Maret 2014 14:49 )